Lalu, sekitaran 17 wartawan di antaranya yang semula bertugas di DKI Jakarta mengalihkan liputannya ke Tangerang, baik sesuai tugas dari kantornya maupun secara mandiri. Mereka mulai bergabung dengan 3 wartawan terdahulu meliput pemberitaan di Tangerang.
Sehingga pada kurun waktu itu, tahun 1976-1980, jumlah wartawan yang meliput di Tangerang telah mencapai 20-an wartawan. Media-massa para wartawan ini berskala nasional.
Pada waktu ini, kelompok wartawan Tangerang ini boleh dibilang seperti menjadi bagian dari Humas Pemkab Tangerang yang dipimpin Bupati H Abdul Syukur dan berlanjut dipimpin Bupati H Tadjus Sobirin.
Sehari-hari tugasnya beriringan dengan tugas bagian humas, meskipun tentu saja mereka tak meninggalkan tugas-tugas liputan lazimnya buruan para jurnalis.
Kemudian di tahun 1981, sehubungan kebutuhan untuk berorganisasi profesi yang lebih baik, maka mereka pun bersepakat membentuk PWI Tangerang. Pada saat itu, gagasan mereka mendapat bantuan moral dari jajaran Pengurus PWI Cabang DKI Jakarta, yang memberikan konsultasi teknis pembentukannya.
Maka dibentuklah PWI Tangerang di tahun 1981 dengan nama organisasi PWI Penghubung Tangerang yang menjadi bagian dari PWI Perwakilan Serang sebagai PWI yang berada di wilayah Keresidenan Serang dari Propinsi Jawa Barat.
Ketua PWI Penghubung Tangerang pertama menjabat hasil pemilihan saat pembentukannya adalah Yusmas Naib (Kantor berita Nasional Indonesia biasa disebut KNI) dengan masa Periodesasi pertama 1981-1983 dan berlanjut ke periode kedua 1983-1985.
Pada kepemimpinan Syukry Arief tahun 1996-1998, sesuai dengan aturan PWI pusat, PWI Penghubung Tangerang berubah nama menjadi PWI Koordinator Tangerang.
Seiring dengan terbentuknya Provinsi Banten pada 4 Oktober 2000, hasil pemekaran Provinsi Jawa Barat, PWI Koordinator Tangerang berubah nama menjadi PWI Kabupaten Tangerang dan nama ini bertahan hingga sekarang.
Follow Berita infotangerang.com di Google News
(Ard/Rdk)